SEBUAH KOTA
Karya : Ahda Imran
Kota ini berakhir di sebuah bundaran
jalan, di sebuah hotel dengan lampu-lampukamar yang selalu dipecahkan orangSetiap malam suara-suara lenyapke arah jembatan, melewati gang dan tikunganjalan. Di depanku, sambil makan siang,televisi membawa mayat bayi yang ditinggalkandi halaman gedung parlemen. Lalu seorangbintang film memenuhi paru-parukudengan minyak wangiTelapak tanganku basahjemari kakiku berdarahKusinggahi rumah seorang kawantapi ia sedang sibuk menghisap cairandari dalam kepalaku. Tubuhnya penuhtoko klontong, dan telinganya mudah sekalilepas. Di kejauhan sebuah kamar, seseorangmenyalakan lampu,lalu memadamkannya kembali
Tidak ada komentar: